Berlusconi Sedih Lihat Milan Saat Ini

ac milanSilvio Berlusconi dengan jujur mengungkap perasaannya ketika menonton pertandingan AC Milan saat ini. Eks presiden I Rossoneri itu merasa sedih.

Berlusconi sudah tidak lagi memimpin Milan. Dia melepas saham sebagaian besar ke konsorsium asal Tiongkok pada 2016 silam, mengarakhiri eranya yang bertahan selama 30 tahun terakhir.

Di era kepemimpinan Li Yonghong, presiden Milan yang baru, Il Diavolo sempat membuka asa akan kambali ke masa keemasan. Mereka mengucurkan dana sangat banyak pada bursa transfer musim panas guna membangun kekuatan baru.

Paling tidak 200 juta euro mereka keluarkan guna mendatangkan 11 muka baru berlabel bintang. Akan tetapi tak disangka, guyuan uang tidak serta merta menyulap performa Il Diavolo menjadi lebih baik dalam sekejap.

Milan masih angin-anginan di ajang Serie A musim ini. Dalam 11 pertandingan, mereka menang lima kali, lima kekalahan, dan satu seri dengan koleksi angka total 16 angka, terpaut 15 poin dari Napoli di singgasana klasemen.

Sedangkan di pentas Eropa Milan rupanya masih kesulitan walau hanya bersaing dengan tim sekelas AEK Athens, Rijeka, dan Austria Wien. Kali terakhir mereka bermain seri 0-0 oleh AEK.

Hal tersebut membuat Berlusconi yang pada era kepemimpinannya mengantarkan Milan berjaya dengan merengkuh delapan gelar Scudetto dan lima trofi Liga Champions, sedih menyaksikan laga-laga Milan. Bahkan dirinya tak lagi nonton langsung ke San Siro.

“Saya tidak pernah datang lagi ke stadion sejak saat itu, saya menyaksikan Milan di TV dan jujur saya merasa sedih,” kata Berlusconi sebagaimana dilansir Calciomercato.