Legenda Juve Sebut Keputusan Jual Bonucci ke Milan Adalah Tindakan Brilian

Juventus diluar dugaan berani melepas pemain andalannya ke klub rival abadi di pentas Serie A Italia, AC Milan. Ini bisa kita lihat ketika Leonardo Bonucci akan mengenakan jersey Milan dimusim depan.

Meski mendapat penolakan keras dari jutaan fans Juventini, namun sikap Bianconeri ini dinilai oleh Paolo Di Canio sebagai tindakan brilian. Adapun Bonucci membuat kehebohan di bursa transfer musim panas ini setelah menerima pinangan Milan.

Bonucci, 30 tahun itu diboyong ke San Siro dengan mahar 42 juta euro dan menyepakati kontrak kontrak lima tahun sekaligus menjadi rekrutan termahal Milan untuk sementara ini.

Menurut pandangan Di Canio, perginya Bonucci tidak bisa dihalangi karena sang pemain dianggap bisa mengganggu keharmonisan ruang ganti Juve akibat perseteruannya dengan pelatih Massimiliano Allegri di musim 2016/17.

“Apakah yang sudah terjadi saat ini telah membuat saya terkejut? Di satu sisi, benar. Tapi di sisi lain, tidak, karena setelah melihat apa yang terjadi di musim lalu antara Bonucci, pelatih, dan klub. Maka di klub sebesar Juve hal ini tidak boleh berlangsung lama,” ungkap Di Canio kepada media.

“Juve dengan senang hati melepas pemain bintang tanpa harus kembali memikirkan hal lain karena mereka ingin kenyamanan diruang ganti. Mereka ingin sebuah tim yang kompak. Tahun ini adalah waktu yang tepat bagi Bonucci dan klub untuk berpisah. Tapi saya terkejut karena dia memilih Milan,”

Di Canio yang merupakan jebolan pemain AC Milan, Real Madrid dan Chelsea ini menganggap hal yang terjadi pada Bonucci bukanlah sesuatu yang besar. Pada dasarnya jika membicarakan keadaan MIlan yang sekarang maka bisa dikatakan sangat wajar, sampai saat ini saja Milan sudah menghabiskan 200 juta euro untuk membeli sepuluh pemain di musim panas ini.

Sang legenda pun tak lantas begitu yakin jika Milan akan menjadi kandidat kuat penantang juara Serie A Italia musim ini. Dia berkata: “Tidak. Milan hanya membeli satu pemain bermental juara, Bonucci, sementara rekrutan lainnya tidak. Mereka memang pemain bagus, tetapi belum pernah menjadi juara di level tertinggi. Dan ketika Anda membuat revolusi, itu membutuhkan waktu. Akan sangat mengagetkan ketika Milan langsung menjadi juara di musim ini.” tambah Di Canio.