Karena Kesaksian Palsu, Modric Terancam Penjara Lima Tahun

Usai sebelumnya ada Cristiano Ronaldo, sekarang satu lagi penggawa Real Madrid yang terpaksa berurusan dengan kasus hukum. Pemain tengah Luka Modric belum lama dikabarkan terkena kasus kesaksian palsu di persidangan.

Akibat permasalahan ini seperti dikutip dari Independent, Modric dihadapkan pada ancaman sanksi paling ringan enam bulan dan paling berat lima tahun penjara. Beban masa hukuman itu berdasarkan sistem hukum di Kroasia.

Kasus yang menyerang Modric ini menyangkut dugaan penggelapan dan penipuan pajak pada proses kepindahan Modric dari Dinamo Zagrep ke Tottenham pada tahun 2008 silam. Tersangka utama padakasus itu ialah Zdravko Mamic yang kala itu menjabat sebagai eksekutif Zagrep.

Mamic dituduh melangkahi aturan lantaran menggelapkan dana transfer Modric. Saat itu, Spurs mendatangkan Modric dengan banderol senilai 21 juta euro. Mamic diduga telah mengantongi beberapa dana ke rekening pribadinya dan tak diberi secara penuh pada Zagrep.

Dalam kasus itu, Modric harus menjadi saksi dalam pengadilan yang dilakukan beberapa hari yang lalu. Gelandang 31 tahun itu mulanya mengiyakan jika Mamic memang melakukan kesalahan. Akan tetapi Modric lantas meralat ucapannya dan mengaku jawaban yang terlontar dari mulutnya keluar akibat bingung dengan pertanyaan yang diajukan jaksa.

Saat ini pihak Kejaksaan Kroasia [DORH] tengah melakukan penyelidikan menyangkut tindakan Modric itu. Modric dikenakan pasal 305 ayat 1 Criminal Code/11 perihal pemberian kesaksian palsu.