Terkendala Bahasa, Manajer Timnas Chile Gagal Latih Chelsea

Manajer tim nasional Chile, Jorge Sampaoli mengatakan jika dia sempat akan mengisi posisi sebagai manajer Chelsea mulai musim depan. Namun, karena karena adanya kendala Sampioli dalam berbahasa Inggris, maka dia harus rela memendam keinginannya tersebut.

Beberapa waktu lalu Sampioli meletakkan jabatannya sebagai manajer timnas Chile setelah terlibat konflik dengan pihak petinggi Federasi Sepakbola Chile. Padahal Sampaoli masih memiliki kontrak bersama timnas Chile hingga 2018.

Mundurnya Sampaoli dari posisi manajer timnas Chile juga membuka peluangnya untuk kembali menangani klub seperti yang menjadi keinginannya selama ini. Dua klub raksasa Eropa, Real Madrid dan Chelsea, disebut-sebut sebagai klub yang paling berminat merekrutnya.

Chelsea sendiri menjadi klub paling serius mendekati Sampaoli untuk menjadi manajer mereka setelah kepergian Guus Hiddink akhir musim ini. Walaupun sudah bertemu langsung dengan pemilik klub, Roman Abramovich, tetapi Sampaoli gagal mendapatkan pekerjaan tersebut.

Namun seiring berjalannya waktu, justru Antonio Conte yang kabarnya berpeluang besar menjadi manajer baru Chelsea selepas tugasnya bersama Timnas Italia berakhir pada musim panas tahun ini.

Satu penyebab utama yang membuat Sampaoli gagal mendapatkan pekerjaan itu adalah kemampuan berbahasa Inggris-nya sangat kurang, hal tersebut tentu saja akan menyulitkan komunikasinya dengan para pemain di kemudian hari.

“Saya mengadakan pertemuan dengan Roman Abramovich selaku pemilik Chelsea dan dia mengatakan jika saya merupakan kandidat terkuatnya. Saya hampir saja menjadi manajer mereka mulai musim depan, lalu kemudian Antonio Conte datang dan kami berdua bersaing ketat. Sejauh ini hanya ada 2 pilihan, saya atau dia.” ujar Sampaoli.

“Tetapi ada satu masalah yang sangat mengganggu saya. Saya perlu waktu untuk memperbaiki kemampuan berbahasa Inggris saya, namun saya rasa klub seperti ini tidak akan memberikan waktu untuk saya melakukannya,” tutupnya.