Kelakuan Abramovich Buat Simeone Tolak Chelsea

Sudah 11 kali Chelsea gonta-ganti pelatih sejak dipimpin miliarder Rusia Roman Abramovich tahun 2003 silam. Kelakuan bos Chelsea tersebut seakan menjamin tuntutan dan tekanan besar didapat seorang manajer di dalam klub.

Usai mendepak Jose Mourinho yang kali kedua Kamis, 17 Desember 2015, Chelsea kabarnya memburu beberapa pelatih kondang seperti juru strategi Bayern Munich Pep Guardiola, dan etrenadore Atletico Madrid Diego Simeone.

Dilansir AS, Sabtu 19 Desember, Simeone merupakan sosok populer di Los Rojiblancos. Ia telah mempersembahkan satu gelar La Liga, trofi Copa del Rey, Liga Europa, Piala Super Eropa dan final Liga Champions.

Kekuatan finansial Atletico sangat jauh dibawah dua rivalnya di La Liga Barcelona dan Real Madrid. Tetapi Simeone mampu menyulap Atletico jadi tim yang sangat disegani.

Konon The Blues memberi tawaran untuk Simeone guna meningkatkan karirnya ke jenjang yang lebih tinggi. Dnegan uang belanja besar, itu jadi faktor pendukung untuk membangun tim berisi pemain-pemain kelas wahid.

Simeone punya peran krusial sehingga klub mengganjarnya kontrak jangka panjang sampai tahun 2020. Namun terdapat klausul pelepasan dalam kontraknya seharga 20 juta euro bagi klub peminat.

Uang yang harus dikeluarkan Si Biru tentu bukan masalah besar untuk Chelsea. Tapi paling tidak ada satu gal yang menjadi ganjalan yakni kepercayaan dari pihak klub maupun fans.

Hijrah ke Premier League tentu jadi tantangan tersendiri bagi Simeone. Namun khusus di Chelsea, bergabung pun rasanya ada resiko besar ketimbang kesempatan.

Simeone disebut juga turut mengikuti situasi yang terjadi di Chelsea. Peermasalah di Stamford Bridge bukan pada manajer, tapi beberapa pemain serta bos klub. Sejumlah media mengklaim Simeone mau mempertimbangkan tawaran Chelsea.

Akan tetapi pelatih asal Argentina itu menginginkan restrukturisasi komplit operasional klub dan kebebasan dalam urusan transfer pemain. Chelsea pun wajib memenuhinya, menyidapkan uang segar guna perombakan skuad.