Schweinsteiger Semakin Disorot

Penampilan gelandang Manchester United, Bastian Schweinsteiger bersama timnya sejauh ini dinilai belum memuaskan. Ada jalan keluar, namun gelandang berkebangsaan Jerman tersebut juga tidak memiliki banyak waktu di sepakbola Inggris.

Penampilan Schweinsteiger di United sejauh ini mendapatkan kritik yang kurang menyenangkan. Mantan gelandang United, Paul Scholes menyebut Schweinsteiger kurang berani mengoper ke depan dan malahan lebih kerap mengumpan ke samping atau belakang.

Kritikan juga datang dari sang pelatih, Louis van Gaal. Van Gaal mengaku sama sekali belum puas dengan kontribusi yang diberikan Schweinsteiger, karena dia belum cukup menunjukkan jiwa kepemimpinan dan kemampuan memandu tim di lapangan.

“Alasan kenapa kami merekrut Bastian adalah karena dia adalah pemain yang dikenal mampu memimpin dan memandu sebuah tim. Bukan hanya karena kemampuan bermain sepakbolanya, kami membelinya,” kata Van Gaal.

Schweinsteiger sejauh ini sudah bermain dalam 22 laga di musim ini. Dia mencetak sebanyak satu gol dan satu assist dalam periode tersebut.

Mengenai performanya di lapangan sejauh ini, Whoscored hanya memberikannya nilai sebesar 6,83 dan menempati urutan 11 di antara pemain lainnya.

Mantan penyerang tim nasional Inggris, Gary Lineker menilai Schweinsteiger merasa tidak leluasa di MU. Andai diberikan kebebasan bermain lebih besar, Lineker yakin jika pemain 31 tahun tersebut bisa bermain lebih baik. Namun di lain sisi, Schweinsteiger juga diburu waktu yang terus berjalan mengingat usianya kini sudah tidak lagi muda.

Schweinsteiger semakin mendapat banyak kritikan di tengah performanya yang tak memuaskan. Dia baru-baru ini dihukum larangan bermain di tiga laga, usai melanggar bek West Ham United Winston Reid. Dia sudah absen di laga melawan Bournemouth, dan masih tidak akan bisa bermain ketika United menghadapi Norwich City dan Stoke City.