Gaya Kepelatihan Van Gaal Semakin Dikritik

Manajer Manchester United, Louis van Gaal dinilai sudah menjadi seorang pelatih egois yang keras kepala dan berkuasa melalui rasa takut yang ia tanamkan ke para anak-anak asuhnya di Old Trafford.

Gaya permainan MU di musim ini menuai sejumlah kritikan, walaupun Van Gaal mampu membawa timnya hanya tertinggal satu poin saja dari pemimpin klasemen Premier League. Kritik teranyar dikeluarkan oleh Paul Parker, mantan bek The Red Devils.

Sebelum ini Paul Scholes juga menyatakan dia sangat tidak tertarik untuk bermain di tim yang diasuh Van Gaal, Rio Ferdinand yang menyoroti sterilnya lini tengah The Red Devils, dan Roy Keane yang menyoroti performa Wayne Rooney di lini depan.

“Ketika Louis van Gaal tiba di United, pada mulanya saya mengira dia akan menjadi terlalu fleksibel. Namun kini kami berubah pandangan. Saya kira banyak pemain yang tak senang dan kita juga harus mempertanyakan kenapa mereka bermain buruk,” ungkap Parker.

Menurut Parker, yang menyabet dua gelar Premier League di bawah asuhan Sir Alex Ferguson di awal era 1990-an, menyebut filosofi yang dimiliki Van Gaal membuat kreativitas yang dimiliki para pemain MU justru menurun. Gayanya secara personal membuat penggawa MU takut padanya.

Parker juga menilai Van Gaal sudah memperlihatkan sikap kecenderungan menganakemaskan Rooney meskipun yang bersangkutan performanya sedang tidak oke. Hal tersebut tentu bisa memunculkan kecemburuan dari para pemain lain.

Rooney-Van Gaal

Rooney-Van Gaal


“Di bawah kemudi Van Gaal, setiap pemain yang bermain buruk dalam suatu pertandingan akan langsung ditepikan pada pertandingan berikutnya, terkecuali Wayne Rooney. Saya rasa dia harus belajar tidak menyimpan dendam”.